Harapan
Aku tidak berharap menjadi orang yang terpenting dalam hidupmu, karena itu permintaaan yang terlalu besar bagiku. Aku hanya bisa berharap suatu saat nanti jika kau melihatku tak bernafas lagi
kau akan tersenyum dan berkata."Dialah orang yang selalu menyanggikuku" dan berdoa untuk kebahagiaanku.
kau akan tersenyum dan berkata."Dialah orang yang selalu menyanggikuku" dan berdoa untuk kebahagiaanku.
kadang kala, orang yang kamu cintai, orang yang paling menyakiti prasaan hatimu, dan kadang kala pula orang yang kamu anggap hanya teman biasa dialah orang yang selalu menyanggimu setulus hatinya...
Aku tidak pernah menyesal mengenalimu dan aku rela bila kamu melupakanku.
Sekian lama aku hidup dengan banyak cinta, namun semua itu tak berarti dibandingkan saat denganmu.
Meski sulit untuk kupahami itu, namun dengan beberapa alasan aku bahagia karenamu.
Janganlah kau menangis karenaku, cukup aku yang menangis karenamu dan aku menangis bukan untukku tapi untuk kita berdua.
Sekian lama aku hidup dengan banyak cinta, namun semua itu tak berarti dibandingkan saat denganmu.
Meski sulit untuk kupahami itu, namun dengan beberapa alasan aku bahagia karenamu.
Janganlah kau menangis karenaku, cukup aku yang menangis karenamu dan aku menangis bukan untukku tapi untuk kita berdua.
Walau hanya sesaat denganmu itu sudah cukup untuk menjadi kenangan pribadiku.
Cintamu yang semu membuatku semakin takut untuk memilikimu, mungkin karena dalam hatimu terlalu banyak cinta yang aku sendiri tidak pernah tahu untuk siapa sebenarnya cintamu itu.
Nuansa indahku sering kali tak menentu, itu karena dirimu tak pernah mengungkapkan cinta dengan sempurna, bila semua itu hanya ilusi bagiku, kenapa kau selalu mengungkapkan kata-kata cinta setiap hari.
Dengan apa aku harus membuktikan bahwa aku menyayangimu sepenuh hati, bagaimana aku harus peragakan bahwa aku mencintaimu setulus hati.
Cintamu yang semu membuatku semakin takut untuk memilikimu, mungkin karena dalam hatimu terlalu banyak cinta yang aku sendiri tidak pernah tahu untuk siapa sebenarnya cintamu itu.
Nuansa indahku sering kali tak menentu, itu karena dirimu tak pernah mengungkapkan cinta dengan sempurna, bila semua itu hanya ilusi bagiku, kenapa kau selalu mengungkapkan kata-kata cinta setiap hari.
Dengan apa aku harus membuktikan bahwa aku menyayangimu sepenuh hati, bagaimana aku harus peragakan bahwa aku mencintaimu setulus hati.
Jutaan mimpi kini telah melebur bersama cintamu, anganku terbang melayang hingga keangkasa. Mungkin karena aku juga yang salah, terlalu memaksakan cintamu untukku. Tapi aku sadar bahwa setiap ada sebab pasti ada akibat, semoga kelak kau temukan cinta sejatimu yang mampu membuatmu lebih bahagia.
Terlalu Mencintaimu
Tuhan apa aku salah selama ini.
Apakah aku salah jika aku mencintai dirinya.
Apakah aku salah jika aku terlalu mengharapkan dirinya
untuk menjadi milik ku???
Hati ini sedang mencoba untuk membuka pintu secara perlahan.
Pintu yang telah ku kunci rapat-rapat.Namun.
Apakah engkau tidak pernah mengetahui apa yang telah ku rasa slama ini?
Apakah engkau hanya menganggap diri ini sama dengan lelaki yang ada di dekat mu itu?Aku tau.
Dan seharusnya aku tak boleh merahasakan ini terhadap mu.
Tapii.
Kenapa kau membuat aku untuk menutupnya kembali.
Apakah aku salah jika aku mencintai dirinya.
Apakah aku salah jika aku terlalu mengharapkan dirinya
untuk menjadi milik ku???
Hati ini sedang mencoba untuk membuka pintu secara perlahan.
Pintu yang telah ku kunci rapat-rapat.Namun.
Apakah engkau tidak pernah mengetahui apa yang telah ku rasa slama ini?
Apakah engkau hanya menganggap diri ini sama dengan lelaki yang ada di dekat mu itu?Aku tau.
Dan seharusnya aku tak boleh merahasakan ini terhadap mu.
Namun engkau telah memberi aku sejuta harapan.
Dan membuat pintu hati ini
Terbuka untuk menerima cintamu.
Kenapa kau membuat aku untuk menutupnya kembali.
Cewek Nembak Cowok? Kenapa tidak
"Wajar ga cewek nembak cowok duluan?"
pertanyaan yang sering dilontarkan oleh beberapa teman cewek saya.so what.. cewek kan menuntut emansipasi dalam segala hal, kenapa untuk nembak cowok duluan aja masih mikir-mikir? (hehehehe...dah wajar kalee)
Kalau dtanya wajar,kayaknya susah tu ngejawabnya,
tapi kalau cowoknya malu, siapa yang mau nembak kalau bkan cweknya!jaman skrng ap si yg gk wajar.
kalo emang dah terlanjur sayang ya wajar-wajar aja. Dri pd cowoknya keburu di ambil cewek lain.Baru dah nyesel..
Apalagi zaman sekarang kan lagi digalakkan emansipasi, jadi kalo emang benar sayang, cewek gak perlu takut nembak cowok duluan.Kecuali kalo cowoknya Homo percuma ditembak.
mengapa Cewek enggan menyatakan cinta duluan?? ini bisa dikarenakan beberapa mitos.
1. Budaya Ketimuran
Mitos: Di negara-negara timur, wanita memang masih 'dilindungi' oleh norma tertentu di masyarakat. Wanita benar-benar dilindungi dari hal-hal yang dianggap tidak pantas bagi mereka. Wanita timur juga dianggap lebih malu dan kalem.
Fakta: Saat ini, pandangan bahwa budaya mempengaruhi apakah wanita boleh menyatakan cinta duluan, sedikit bergeser. Ketimpangan antara budaya ketimuran melindungi wanita sementara kasus pelecehan wanita juga kerap terjadi, membuat wanita makin berani. Apalagi ditunjang dengan kualitas pendidikan yang mereka miliki. Wanita jadi lebih dinamis dan berpikiran terbuka.
Wanita menyatakan cinta terlebih dulu pun sudah mulai terjadi pada beberapa dari mereka, meski masih terhitung minoritas. Apa sih yang nggak mungkin di jaman sekarang? Apalagi wanita sekarang kan tidak hanya dipingit. Apakah ini termasuk bentuk kemerdekaan hak asasi wanita, hal itu kembali ke masing-masing individu.
2. Pria Lebih Pantas 'Menembak' Duluan
Mitos: Pria selalu digambarkan sebagai pemimpin. Oleh karena itu, sangat identik baginya untuk melakukan segalanya lebih dulu. Termasuk dalam 'menembak'. Bila wanita yang mengutarakan perasaannya kepada pria, maka pria tersebut akan ilfil padanya.
Fakta: Jaman sekarang banyak pria tidak lagi terikat dengan pandangan semacam itu. Meski begitu, mereka memang beranggapan bahwa mereka yang lebih harus mengambil inisiatif dalam suatu hubungan. Penolakan seorang pria terhadap perasaan seorang wanita, tidak selalu karena mereka ilfil dengan keberanian wanita 'menembaknya', namun lebih karena mereka jujur pada perasaan mereka.
3. Drama
Mitos: Wanita seringkali menganggap hidupnya adalah drama, di saat pria mungkin lebih menganggap hidup mereka adalah film perang atau petualangan. So, patokan wanita adalah kebanyakan drama, di mana mereka berimajinasi (dan sedikit berharap) momen romantis itu hadir ke dalam hidup mereka.
Fakta: Hidup ini lebih keras dari sebuah drama, sehingga wanita kadang harus mengambil tindakan yang justru terbalik dari pemikiran romantis mereka. Terlalu lama menunggu bisa membuat wanita jenuh sehingga mengeluarkan beberapa 'jurus agresi' atau serangan berupa kode-kode cinta. Kalau nggak kunjung sampai kode cinta itu, bisa jadi mereka akan mundur teratur atau.. 'tembak' duluan saja.
Source: Dari berbagai sumber di Google dan Vemale.com
Source: Dari berbagai sumber di Google dan Vemale.com
Cerita Sedih
Ketika menikah aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal
sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa, aku takp ernah benar-benar
menjalani tugasku sebagi seorang istri. Aku slalu bergantung padanya karena aku
menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku
telah menyerahkan hidupuku padanya, sehingga tugasnyalah membuataku bahagia
dengan menuruti semua keinginanku.
Dirumah-kami aku lah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika
ada sedikit saja masalah aku swlalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya
yang basah yang diletakn ditempat tidur. Aku sebel melihat ia meletakan sendok
sisah mengaduk susu diatas meja dan meninggalkan bekas lengket. Aku benci
ketika ia memakai komputerku meski hanya untuk menyelesaikan pekerjaanya. Aku marah
kalau ia menggantung bajunya di kapstok bajuku. Aku juga marah kalau iya memkai
pasta gigi tanpa memncetnya dangan rapi. Aku marah kalau ia menghubungi-ku
berkali-kali ketika aku bersenag-senang dengan temanku.
Tadinya aku memlih untak tdk punya anak. Meskipun tdak bekerja tapi aku tak
mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung, dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi,
rupanya ia menyembunyikan keinginanya begitu dalam. Sampai suatu hari aku lupa
minum pil KB. Dan meskipn ia tau ia membiarkanya.
Akupun hamil. Dan baru menyadari setalah lebih dari empat bulan. Dokterpun
menolak untuk mengugurkanya. Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarah
semkin brtambah setlah aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami
kelahiran yang sulit. Aku memaksanya untuk melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi.
Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan
meninggalknya bersama kedua anak kami.
Waktu berlalu hingga anak-anak tak berasa berulang thun yang ke-8. Seperti
pagi-pagi sebelumnya aku bngun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah
menungguku di meja makan. Seperti bisaa ialah yang menyediakan sarpan pagi dan
mengantar anak-anak kesekolah. Hari itu ia mengingatakan bahwa hari itu ada
peringatan ulang tahun Ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa
mempedulikan kata-katanya yang mengingatakan peristiwa tahun seblumnya. Ya,
saat itu aku memilih ke mall dan tidak hadir diacara Ibu. Ya, karena merasa terjebak
edangan perkawinanku, aku jga membnci kedua orang tuaku. Sebelum ke kantor bisaanya
suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi, hari itu ia juga
memelukku sehingga anak-anak menggodainya dengan rIbut. Aku berusaha mengelak
dan melepaskan pelukannya, meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak.
Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk
pergi.
Ketika mereka pergi akupun memutuskan untuk kesalon. Menghabiskan waktu
kesalon adalah hobiku. Aku tiba disalon langgananku beberapa jam kmudian. Disalon
aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami
mengobrol dengan asyik, termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya
aku harus membayar tagihan salon. Namun betapa terkejutnya aku ketika menyadri
bahwa dompetaku tertinggal dirumah. Meskipun merogoh tasku hingga bgian trdlam
aku tak menmukannya didalam tas, sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi
hinggah dompetaku tak bisa ku temukan. Aku menelpon suamiku dan bertanya.
“Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang
jajan dan aku tak punya uang kecil. Maka kuambil dari dompet kamu, aku lupa
menaruhnya kembali ketasmu. Kalau tidak salah aku letakan diatas meja kerjaku” Begitu ia menjelsakan dang lembut.
Dengan marah aku mengomelinya dengan kasar kututep telepon tnpa
menungguhnya selesai bicara. Tak lama kemudian handphonku kemali berbunyi, dan meski masih kesal akupun
mengangkatnya dengan setengah membentak
“Apa lagi?”
“Sayang aku pulang sekarang aku akan ambil
dompet dan mengantarnya padamu, syang sekarang dimana?”
Begitu tanya suamiku cepat, Khawatir aku
menutup telpon kembali.
Aku menyebut nama salonku dan tanpa menungguh jawabnya lagi aku kembali
menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan suamiku akan datang
membayarkan tagihanku. Si pemilik salon yang sahabataku sebenarnya sudah memperbolehkan
aku pergi, dan mengatakan aku bisa membayarkannya nanti kalau aku kembali lagi.
Tapi rasa malu karena musuhku ikut mendengarku ketinggalan dompet membuataku
gengsi untuk berhutang dahulu. Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap
untuk suamiku segera sampai.
Menit berlalu menjadi jam. Aku semakin tidak sabar sehingga mulai
menghubngi handphone suamiku. Tak ada
jawaban meskin sudah berkali-kali kutelepon. Padahal bisaanya dua-kali berdering
teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah. Teleponku
diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi
keluar, terdengar suara asing menjawab. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara
laki-laki asing itu memperkenalkan diri.
“slamat siang bu, apakah Ibu istri dari
bapak Armandi?”
Kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi. Ia
memberi tahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saati ini sedang dibawah
kerumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima
kasih. Ketika telepon ditutup aku berjongkok dengan bingung, tnganku
menggenggam erat handphone yang
kupegang. Dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya
“ada apa?”
Hingga wajhku menjadi pucat seputih kertas.
Entah bgaimana akhirnya aku sampai dirumah sakit, entah bagaiman juga
sluruh keluarga hadir disana menyusulku. Aku yang hnya diam serIbu bahasa
menungguh suamiku di depan pintu ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan
apa, karena selama ini dialah yang melakukan seglahnya untukku. Ketika akhirnya
semua menunggu beberapajam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar, seorang
dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada.
Suamiku telah tiada, ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri. Serangan
stroklah yang telah menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu
aku malah sIbuk menguatakan orang tuaku dan orang tuanya yang shock. Sama
sekali tak ada air mata setetespun yang keluar di air mataku. Aku sIbuk
menenangkan Ayah Ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan
erat, tetapi kesedhian mereka sama sekali tak mampu membuataku menangis.
Ketika jenazah di bawah kerumah dan aku duduk dihadapanya, aku tak mampu
menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang
nampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya, kupandangi dengan seksama. Saat
itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan kepadaku selama sepuluh
tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yangg telah dingin. Dan
kusadari inilah kali pertama aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum
hangat. Air mata merebah dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap
berusaha mengusap agar air mata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya. Aku
ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis suamiku tak berakhir
begitu saja. Tapi bukanya berhenti, air mataku semakin deras membanjiri kedua
pipiku. Peringatan dari imam masijid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu
mebuataku berhenti menangis, aku berusaha menahan diri , tetapi dadaku sesak. Mengingat
apa yang kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.
Aku teringat betapa aku tidak pernah memperhatikan kesehatnya, aku hampir tak
pernah mengatur makanya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan
vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah
melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatakanku makan teratur, bahkan terkadang
menyuapi kalau aku sedang malas makan.
Aku tak pernah tau apa yang ia makan. Karena aku tak pernah brtanya. Bahkan
aku tak tau apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tau
bahwa suamiku adalah penggemar mie
instant dan kopi kental, dadaku sesak mendengarnya, karena aku tau ia
mungkin terpaksa makan mie instant karena
aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memsak untuk anak-anak dan
diriku sndiri. Aku tak peduli ia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia
bisa makan masakanku hanya jika tersisah. Ia pun pulang larut malam setiap
hari karena kantor cukup jauh dari
rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaanya untuk pindah lebih dekat ke
kantornya, karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.
Saat pemakaman dimulai. Aku tak mampu menahan dir ilagi, aku pingsan ketika
melihat tubuhnya hilang bersama tumpukan tanah yang menimbun, aku tak tahu
apapun, sampai terbangun di temapt tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa
sesal memenuhi rongah dadaku. Keluarga besarku membujuku dengan sia-sia karena
mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu trluka kehilangan dirinya.
Hari-hari yang ku jalani setelah kepergianya, bukanlah kebebasan seperti yang
kuingnkn tetapi aku malh terjebak dalam keinginan untuk bersamanya.
Di hari-hari awal kepergianya, aku duduk termangu memandangi piring kosong.
Ayah Ibu dan Ibu mertuaku membujuku makan. Tetapi aku ingat hanyalah saat
suamiku membujukku makan kalau aku sedang ngambek dulu. Ketika aku lupa
membawah handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti bisaa. Dan
ketika malah Ibuku yang datang, aku berjongkok menangis didalam kamar mandi
berharap dia yang datang. Kebisaanku yang menolponi setiap kali aku tdk bisa melakukan
sesuatu dirumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab telponku. Setiap
malam aku menungguhnya dikamar tidur. Dan berharap esok pagi aku terbangun
dengan sosoknya disebalahku.
Aku begitu kesal kalau aku tidur mendengar seuara dengkuranya, tapi sekarang
aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Aku kesal karena
ia sering berantakan dikamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami
terasa kosong dan hampa. Aku begitu kesal kalau dia melakukan pekerjaan dan
meninggalkan laptopku tanpa melog out,
sekarang aku memandangi komputer mengusap tut-tutnya berharap bekas jarinya
masih tertinggal disana. Dulu, aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas
piring dimeja, sekarang bekas yang tersisah di sarapan pagi terakhirnya pun
tidak mau kuhapus. Remot TV yang bisaa disembuyikannya, sekarang dengan mudah
dapat kutemukan, meski aku berharap bisa mengganti kehilanganya dengan
kehilangan remot. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari, ia
mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya. Aku juga marah pada diriku
sndiri. Aku marah karena semua kelihaatan normal walu ia sudah tidak ada, Aku
marah karena baju-baju yang masih disana meninggalkan baunya yang membuataku
rindu, aku marah karena tidak bisa menghentikan penyesalanku, aku marah karena tak
ada lagi yang membujukku agar tenang, tak adalagi yang mengingataknku sholat
meskipun kini kulakukn dang ikhlas, aku shalat karena aku ingin minta maaf,
meminta maaf kepada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugrahkan padaku,
kuminta ampun berkali-kali karena telah menjadi istri yang tidak baik bagi
suamiku.
Shalat lah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah
padaku ditunjukanya dengan begitu banyaknya perhatian dari keluarga dan anak-anak.
Teman-temanku yang slama ini kubela-bela hampir tak pernah menunjukan batang
hidungnya setlah kepergian suamiku.
Empat puluh hari stelah kematianya, Keluarga mengingatakanku tuk bangkit
dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguhku dan harus kuhidupi. Kembali
rasa bingung merasuki-ku. Sleama ini aku tau beres dan tak pernh bekerja, semua
dilakukan suamiku. Berapa besar pndapatnya selama ini aku tak prnh peduli, yang
kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekningku untuk kprluan
pribadi. dan setiap bulan hampir setiap hari tak pernah tersisah. Dari kantor tempat ia bekerja, aku memperoleh
gaji terkahir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya, aku terdiam tak
menyangka. Ternyata seluruh gajinya ditransfer kerekningku slama ini. Padahal
aku tak pernah sedikitpun menggunakan untak keperluan rumah tanggah. Nth
darimna ia memper oleh uang lain untuk memenuhi kebutuhuan rumah tanngah, karena
aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu. Yang aku tauh saat ini, aku harus
bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan
kompesansi bonusnya tidak cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja
dimana?, aku hampir tak pernah punya pngalaman sama sekali. Semuanya selalu
diatur olehnya.
Kebingunganku
terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama sorang notaris. Ia
membawah banyak sekalih dokumen, lalu notaris memberikan sebuah surat “Surat
pernyataan suami” bahwa ia mewariskan seluruh kekayaan kepadaku dan anak-anak.
Ia menyertai Ibunya dalamsurat tersebut. Tapi yang mmbuat aku tak mampu berkata
apapun adalah isi suratnya untukku.
“Istriku tersayang. Maaf karena harus meninggalknmu terlebih dahulu sayang, maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalahnya sendiri, maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah membriku waktu terlalu singkat karena menicntaimu dan anak-anak adalh hal terbai yang pernah aku lakukan. Seandainya aku bisa, aku ingin mendamping sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilnagn kasih sayangku begitu saja. selma ini aku telah menabung sedikit demi sdikit untuk khidupan kalian nanti, aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak bnyk yang bisa aku berikan, ttpi aku brharp sayang bisa memnfaataknya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukn yang terbaik untuk mreka ya sayang. Jangan menangis, jangan menagis sayangku yang manja. Lakukn bnyk hal untuk membuat hidupmu yang terbuang selama ini, aku memberiank kbebasan kepadamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tek sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau selmaini aku menyusakan dan smoga tuhan memberikan jodoh yang lebih baik dariku. Dan untuk Farah putrie tercintaku, maafkan karena Ayah tidak bisa mendampingimu jadilah istri yang baik seprit Ibumu, dan Farhan kesatria pelindungku, jagalah Ibu dan Farah jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada Ayah akan ada disana melihatnya. OK Buddy 8P “
“Istriku tersayang. Maaf karena harus meninggalknmu terlebih dahulu sayang, maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalahnya sendiri, maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah membriku waktu terlalu singkat karena menicntaimu dan anak-anak adalh hal terbai yang pernah aku lakukan. Seandainya aku bisa, aku ingin mendamping sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilnagn kasih sayangku begitu saja. selma ini aku telah menabung sedikit demi sdikit untuk khidupan kalian nanti, aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak bnyk yang bisa aku berikan, ttpi aku brharp sayang bisa memnfaataknya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukn yang terbaik untuk mreka ya sayang. Jangan menangis, jangan menagis sayangku yang manja. Lakukn bnyk hal untuk membuat hidupmu yang terbuang selama ini, aku memberiank kbebasan kepadamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tek sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau selmaini aku menyusakan dan smoga tuhan memberikan jodoh yang lebih baik dariku. Dan untuk Farah putrie tercintaku, maafkan karena Ayah tidak bisa mendampingimu jadilah istri yang baik seprit Ibumu, dan Farhan kesatria pelindungku, jagalah Ibu dan Farah jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada Ayah akan ada disana melihatnya. OK Buddy 8P “
Aku terisak membaca surat itu ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi
lidah menjulurkan suamiku kalau ia mengirimkan note. Notaris memberi tahuku bahawaselama
ini suamiku selama ini memiliki beberapa asuransi dan beberapa deposito dari
warisan Ayah kandungnya. Suamiku membuat beberpa usaha dari deposito. Dan usaha
tersebut cukup berhasil, meskipun dimanage
oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu, mengetahui
betapa besarnya cintanya pada kami. Shingga ktika ajal menjemputnya ia tetap
membanjiri kami dangan cinta.
Aku tak pernah berfikir untuk menikah lagi, banyaknya lelaki yang hadir tak
mampu menghapus sosoknya yang begitu hidup dihatiku. Hari demi hari hanya
kuabdikan untuk anakku. Ketika orang tuaku
dan mertuaku pergi satu per satu meninggalkanku selama-lamanya, tak satupun
meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi. Kini kedua putra
putriku berusai 23tahun. 2hari lagi putriku menikahi pemuda dari tanah seberang.
Putri kami bertanya
“Ibu.
Aku harus bagaimana? nanti setelah menjadi istri, soalnya gk bisa masak,
gk bisa nyuci, bagaimana ya bu?”
Aku merangkulnya sambil berkata
“Farah sayang, cintailah suamimu,
cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatakan
seglahnya. Karena cinta, kau akan belajar mnyenangkan hatinya, akan belajar menerima
kekuranganya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan kalian akan menyelasaikanya
diatas nama cinta”
Dan ia kembali menanyakan kpadaku
“Seperti cinta Ibu untuk Ayah? Cinta
itukah yang membuat Ibu tetap setia kepada Ayah sampai sekarang?”
Lalu aku menggeleng
“Bukan sayangku, cintailah suamimu seperti
Ayah mencintai Ibumu, seperti Ayah mencintai kaian berdua. Ibu setia kpda Ayah karena
cinta Ayah yang bgitu besar kpdIbu dan kalian berdua”
Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukan cintaku pda suamiku.
Aku habisakn 10thun tuk membencinya tetapi mengahbisakan hampir sepanjang sisah
hidupku tuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak
pernah bisa bebas dari cintanya yang bgitu tulus.
Sesal

Lama ku-simpan
Satu harapan
Yang mungkin kau takkan pernah tahu mimpiku
Kini saatnya aku bicara
Tentang apa yang selama ini kurasa
Diri-ku yang kau kira hanya teman
Walau-ku menangis disini sendiri
Tidak pernah dirimu sadari
Sebelum musim ini usai dan berganti
Aku akan pergi ke-suatu tempat
Berada di sampingmu membuatku tersiksa
Cinta yang hanya sementara
Bahwa sesungguhnya cinta ini milikmu
Ingatlah kembali pernah ada rasa
Aku suka pada dirimu
Kini tak-ku sesali
Karena-ku ingin engkau bahagia
Teruslah kau tersenyum
Dan hiduplah dengan cintanya.
Biar ku-simpan bayang-mu dihati-ku
Selalu
Selamanya
Bila nanti kau tak bersamanya
Ku-masih membuka
Pintu hati ini
Yang selalu ku jaga
Untukmu..
Move On Saat Masih Mencintai Mantan
Putus dengan sesorang yang masih sangat anda cintai memang sebuah tantangan hidup yang menyulitkan. Anda mungkin akan terjebak dalam kesedihan dan patah hati yang mendalam.
Sisi baiknya, proses putus cinta dapat membuat Anda menjadi pribadi yang baru dan lebih berkembang. Ambil beberapa langkah berikut ini untuk membuat Anda lebih kuat melewati putus cinta karena masih memiliki rasa pada sang mantan, seperti dirangkum dari eHow.
1. Menangislah
Hati manusia tidak terbuat dari baja, yang tidak merasakan apa-apa saat disakiti. Di minggu-minggu awal setelah putus, Anda mungkin akan merasa sedih dan kesepian. Menangislah, bila itu membuat Anda merasa lebih baik. 'Nikmati' kesendirian dengan berdiam di kamar sambil memutar lagu-lagu romantis. Tapi ingat, jangan hanyut dalam kesedihan yang berlarut-larut.
"Waktu ideal untuk mengatasi sedih dan sakit hati karena putus cinta maksimal 4 bulan. Lebih dari itu, Anda harus coba lebih keras lagi untuk keluar dari kesedihan," saran Psikolog Alexander Sriewijono.
2. Apa yang Anda Inginkan?
Tanyakan pada diri Anda, apa yang Anda inginkan lima tahun kedepan? Mengetahui keinginan Anda di masa depan dapat membuat pikiran Anda terbuka dan mengesampingkan perasaan sedih Anda. Pikirkan juga hubungan yang seperti apa yang Anda ingin jalankan nanti. Anda juga perlu memikirkan, bagaimana kehidupan Anda nantinya jika harus mempertahankan kekasih Anda? Namun ingat, jangan membayangkan seolah si dia telah berubah.
3. Hindari Mantan Anda
Setelah putus terkadang mantan kekasih masih sangat sulit untuk dihindari, namun jika masih mengetahui keadaannya dan masih berhubungan malah memperpanjang penderitaan Anda. Terkadang, benar-benar hilang dari hidupnya adalah keputusan yang terbaik. Singkirkan barang-barang kenangan Anda dan bersama si mantan, jangan dengarkan lagu-lagu yang sering diputar bersama mantan.
Jika perlu, hapus Facebook dan Twitter. Anda juga perlu menghapus instant messengernya seperti Blackberry Messenger atau Yahoo Messenger dan nomor teleponnya untuk menyingkirkan keinginan menghubunginya.
4. Mengalihkan Perhatian
Alihkan perhatian Anda dengan hal-hal yang Anda sukai, seperti membaca buku atau mengikuti kursus-kursus. Hubungi teman-teman lama Anda dan ajak mereka pergi. Semakin sibuk Anda, semakin Anda bisa melupakannya.
Emang gak ada yang mudah sih tapi patut dicoba kaerna, galau terus-terusan itu tidak baik. Apalagi yang sampek menyayat diri, itu ngak baik.
Sumber Blog sebelah
Sisi baiknya, proses putus cinta dapat membuat Anda menjadi pribadi yang baru dan lebih berkembang. Ambil beberapa langkah berikut ini untuk membuat Anda lebih kuat melewati putus cinta karena masih memiliki rasa pada sang mantan, seperti dirangkum dari eHow.
1. Menangislah
Hati manusia tidak terbuat dari baja, yang tidak merasakan apa-apa saat disakiti. Di minggu-minggu awal setelah putus, Anda mungkin akan merasa sedih dan kesepian. Menangislah, bila itu membuat Anda merasa lebih baik. 'Nikmati' kesendirian dengan berdiam di kamar sambil memutar lagu-lagu romantis. Tapi ingat, jangan hanyut dalam kesedihan yang berlarut-larut.
"Waktu ideal untuk mengatasi sedih dan sakit hati karena putus cinta maksimal 4 bulan. Lebih dari itu, Anda harus coba lebih keras lagi untuk keluar dari kesedihan," saran Psikolog Alexander Sriewijono.
2. Apa yang Anda Inginkan?
Tanyakan pada diri Anda, apa yang Anda inginkan lima tahun kedepan? Mengetahui keinginan Anda di masa depan dapat membuat pikiran Anda terbuka dan mengesampingkan perasaan sedih Anda. Pikirkan juga hubungan yang seperti apa yang Anda ingin jalankan nanti. Anda juga perlu memikirkan, bagaimana kehidupan Anda nantinya jika harus mempertahankan kekasih Anda? Namun ingat, jangan membayangkan seolah si dia telah berubah.
3. Hindari Mantan Anda
Setelah putus terkadang mantan kekasih masih sangat sulit untuk dihindari, namun jika masih mengetahui keadaannya dan masih berhubungan malah memperpanjang penderitaan Anda. Terkadang, benar-benar hilang dari hidupnya adalah keputusan yang terbaik. Singkirkan barang-barang kenangan Anda dan bersama si mantan, jangan dengarkan lagu-lagu yang sering diputar bersama mantan.
Jika perlu, hapus Facebook dan Twitter. Anda juga perlu menghapus instant messengernya seperti Blackberry Messenger atau Yahoo Messenger dan nomor teleponnya untuk menyingkirkan keinginan menghubunginya.
4. Mengalihkan Perhatian
Alihkan perhatian Anda dengan hal-hal yang Anda sukai, seperti membaca buku atau mengikuti kursus-kursus. Hubungi teman-teman lama Anda dan ajak mereka pergi. Semakin sibuk Anda, semakin Anda bisa melupakannya.
Emang gak ada yang mudah sih tapi patut dicoba kaerna, galau terus-terusan itu tidak baik. Apalagi yang sampek menyayat diri, itu ngak baik.
Sumber Blog sebelah
Mantan
Mantan, terkadang membahasnya saja udah bikin kita Bete. Mungkin selama ini banyak yang mengangap mantan itu tidak penting, sebenarnya tidak
Nih gw kasih beberapa hal yang perlu di kteahui tentang manta versi gw :
1. Mantan adalah Guru Cinta Yang Terbaik, so BULSHIIT banget kalo ada yang bilang "Lo harus lupain mantan". Karena kita bisa jadi lebih baik dihubungan yang akan datang, gak ngulangi kesalahan yang sama itu, karena kita belajar sama mantan kita.
2. Gak ada yang namanya Mantan Terindah / Mantan Terbaik. Kalo terindah/ Terbaik kenapa sekarang jadi mantan??. Satu satunya yang terindah dan teraik adalah Istri/Suami-mu
3. Bagaimanapun juga mantan itu pernah jadi bagian hidup kita. Kalo udah putus tetap jaga hubungan baik lo dengan mantan, karena bagaimanapun juga tak menutup kemungkinan kalian untuk "balikan".
So,. jangan slahkan mereka jika mereka masih mengingat-ingat mantanya, ngintip akun mantan, karna gw rasa itu wajar dan menurut gw itu salah satu langkah untuk "Move On" menjadi lebih baik di hubungan yg selanjutnya..
.jpg)

